Banyak dari kita yang mungkin pernah mendengar Sultan Hadlirin, beliau merupakan raja jepara atau kalinyamtan yang merupakan pendatang dari aceh, dia memimpin kalinyamat atau jepara karena dia datang dan menikahi putri sultan trenggono yakni Retno Kencono yang bergelar Ratu Kalinyamat.

Kisah sultan hadlirin cukup tragis karena beliau di bunuh oleh aryo penangsang di wilayah kudus dan kemudian di makamkan di mantingan jepara, dekat pemakaman beliau inilah di bangun masjid bersejarah dengan nama Masjid Astana Sultan Hadlirin Jepara, masjid ini bernuansa klasik dan kuno sehingga membuat kita serasa kembali ke zaman dulu ketika berkunjung kesana.

Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara didirikan Sultan Hadlirin pada 1559 M, atau hampir seabad setelah masjid agung demak Nama muda Pangeran Hadlirin adalah R. Toyib, yang konon sempat merantau ke Tiongkok dan Mekah sebelum tiba di Demak, menikah dengan Ratu Kalinyamat, dan kemudian diangkat sebagai Adipati Jepara.

Menara Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara berbentuk unik, hanya berupa kerangka besi saja. Ada dek segi empat tanpa pagar pengaman tepat di bawah tumpukan pengeras suara berjumlah empat di setiap sisinya, sehingga total ada 16 pengeras suara, dengan atap berbentuk segi delapan. Atap masjidnya sendiri terbuat dari sirap.

Tampak muka Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara dengan serambi depan berukuran cukup besar bergaya joglo, ini yang membuat masjid ini terlihat megah dan kokoh, atap bangunan utamanya limasan tumpang tiga, menjadikan ini chiri khas gaya masjid di Jawa. Di puncaknya terdapat mustaka yang menyerupai kuncup bunga dengan kelopak mulai mekar dan atasnya lancip. sedangkan anak tangganya Ada sepuluh untuk sampai ke serambi.

keempat soko guru terbuat dari kayu jati berwarna semu kekuningan dengan ornamen warna hijau. Pada dinding mihrabnya, di atas lengkung ruang imam dan di dalam ruang imam, juga terdapat ragam hias ukir. selain itu seluruh soko di serambi masjid juga terbuat dari kayu jati TPK, membuat masjid ini sangat antik dan memukau.

Pada dinding mihrab terdapat candrasengkala “Rupa Brahmana Warna Sari” atau 1841 yang dibaca terbalik sebagai tahun 1481 Saka atau 1559 Masehi, sebagai tahun didirikannya masjid sebagaimana kami jelaskan di atas. Mimbar kayu berundak tiga berhias ukir dengan warna hijau dengan kubah berwarna merah.

Dinding Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara berbatas serambi berhias ukiran batu bersejarah yang indah, bedug di latar depan juga telah disediakan dengan ukuran besar. konstruksi masjid Mantingan ini buat oleh Babah Liem Mo Han, salah satu tokoh Tionghoa Muslim penting abad ke-16 yang berperan besar dalam perkembangan Islam di Jawa.

Masjid mantingan ini akans elalu menjadi masjid bersejarah yang akan di lestarikan masyarakat, selain untuk mengenang sultan hadlirin dan ratu kalinyamat juga sebagai ciri warga berbudaya di jeapra. jika kamu ingin berkunjungn ke masjid ini, kamu cukup mecarinya di google map dengan kata kunci Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan Jepara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here